Merasa Dibohongi, Ratusan Warga Simangalam Geruduk Kantor Bupati Labura.

Merasa Dibohongi, Ratusan Warga Simangalam Geruduk Kantor Bupati Labura.




Labura II gninewspost II 13 II 05 II 2022 II

Kantor Bupati Labuhanbatu Utara digeruduk warga Desa Simangalam, aksi ini dilakukan lantaran surat undangan Panitia Pemilihan Desa untuk pengundian nomor urut calon kepala desa (cakades) simangalam belum terlaksana sesuai dengan jadwal dan waktu yang disampaikan oleh Panitia Pemilihan. 12/05/2022

Sebelumnya pada tanggal 09/05/2020 sekitar ± pukul 18.15 Wib, Panitia Pemilihan Desa Simangalam sudah menetapkan 5 cakades, usai penetapan selanjutnya Panitia Pemilihan mengundang para calon untuk mengikuti pengundian nomor urut yang akan dilaksanakan di kantor bupati labuhanbatu utara pada pukul 21.00 Wib, beberapa calon kades dan pendukungnya serta masyarakat terlihat sedang menunggu, namun hingga pukul 23.30 wib malam pengundian nomor urut belum juga dilakukan, ke-7 panitia pemilihan yang berada dikantor bupati pada malam itu terlihat sedang berada diruang rapat bupati bersama dengan pejabat pemkab lainnya. 

Merasa dibohongi ratusan warga bersama mahasiswa pun melakukan unjuk rasa didepan Kantor Bupati Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara, para demonstran mempertanyakan kejelasan terkait pengundian nomor urut calon kepala desa simangalam yang saat ini tertunda dan juga kegiatan Panitia Pemilihan yang ditiadakan dan kurang jelas legalitasnya sebagai pelaksana kegiatan pilkades, sebab panitia belum melaksankan kegiatan tahapan pilkades sesuai dengan jadwal dan waktu tahapan yang sudah ditentukan. 

Pada saat melakukan aksi di depan kantor bupati labura, tak satu pun perwakilan dari pemerintah kabupaten (pemkab) Labura yang datang menemui para demonstran, hingga akhirnya mereka melanjutkan aksi didepan kantor DPRD Labura. 

Para demonstran disambut baik oleh ketua DPRD Indra Simatupang dan beberapa anggota DPRD lainnya, kemudian indra mempersilahkan pendemo semuanya masuk kedalam gedung ruang rapat paripurna. 

Usai para demonstran menyampaikan beberapa permasalahan tentang tahapan pilkades yang ada di desa simangalam, Indra mengatakan  kami sebagai lembaga dewan akan mengadakan rapat dengan pimpinan DPRD, pimpinan Fraksi dan pimpinan alat perlengakpan dewan untuk membahas menyelesaikan persoalan pilkades yang ada di Labuhanbatu Utara terkhusus Desa Simangalam, agar penyelenggaran pilkades yang ada di Labuhanbatu Utara berjalan dengan lancar sesuai dengan peraturan yang ada, kita tidak ingin ada intrik-intrik terjadinya konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Labuhanbatu Utara ini. Ucapnya

"esok kami akan rapat dengan beberapa pimpinan, agar pilkades berjalan dengan lancar tanpa adanya konflik dan insyallah akan ada rekomendasi yang akan kami sampaikan kepada pemerintah kabupaten labuhanbatu utara." Jelasnya

Usai pertemuan demonstran dengan DPRD di ruang rapat paripurna, wartawan media ini mempertanyakan kepada Lasma Dolok Saribu yang juga selaku koordinator aksi terkait hasil pertemuan tersebut, lasma mengatakan tuntutan yang mereka sampaikan akan segera ditindaklanjuti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan esok DPRD akan segera melakukan rapat pimpinan terkait banyaknya kasus di desa dalam pelaksanaan pilkades khususnya desa simangalam.

Lasma juga beranggapan bahwa ada upaya intervensi yang dilakukan pemerintah kabupaten kepada panitia pemilihan desa padahal panitia sudah menjalankan sesuai dengan aturan dan Lasma menduga adanya kolusi yang dilakukan pemerintah kabupaten labuhanbatu utara dengan kades-kades petahana. Ungkapnya

Tak merasa puas dengan keputusan yang disampaikan oleh beberapa anggota DPRD, para demonstran meminta kembali indra simatupang segera menelpon bupati agar dapat bertemu bupati untuk menyampaikan permasalahan yang ada.

Para demonstran pun berjalan iring-iringan bersama Indra Simatupang sekitar ± 400 meter, kembali lagi menuju kantor bupati dan berharap tuntutan yang mereka sampaikan ditanggapi oleh pemerintah setempat, sesampainya disana Sekretaris Daerah (sekda) Muhammad suib langsung menemui demonstran. 

Dihadapan para demonstran Muhammas Suib mengatakan terkait undangan panitia pemilihan yang beredar untuk pengundian nomor urut yang akan dilaksanakan di kantor bupati, itu adalah undangan dari panitia pemilihan desa simangalam yang ditandatangani oleh Mulyadi selaku ketua panitia dan ia membantah bahwa itu bukan undangan dari pemerintah kabupaten (pemkab), undangan yang disampaikan panitia kami terima dan penerimaan itu berada dikantor bupati labuhanbatu utara prosesnya adalah evaluasi dan investigasi yang kami lakukan sebagai panitia kabupaten.

Suib juga menyampaikan pemilihan kepala desa ini adalah sepenuhnya dilaksanakan oleh panitia desa tetapi pelaksanaan secara keseluruhan dan tanggungjawabnya berada di kabupaten, malam itu kami hanya menginvestigasi sepanjang perjalanan masalah yang ada di desa simangalam maka dengan demikian kami menyusun risalah dan kami sangat berhati-hati dengan persoalan yang ada di desa simangalam, pertemuan malam itu berakhir sampai dengan pukul 02.00 Wib pagi.

Pada saat ini pemkab labura dalam rangka menyimpulkan risalah ini apakah diteruskan atau tidak pilkades simangalam, maka berilah ruang dan waktu kepada panitia kabupaten untuk melakukan evaluasi final pelaksanaan pilkades itu sendiri, karena saat ini lagi on proses dan hasilnya akan kami sampaikan kepada semuanya. Terangnya.drw

Posting Komentar

0 Komentar