Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar Menerima Kunjungan dan Utusan Khusus Untuk Urusan Iklim Jerman

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar Menerima Kunjungan dan Utusan Khusus Untuk Urusan Iklim Jerman




Jakarta II ( Gni News Post ) - Dikutip dari akun Facebook milik an. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI  Siti Nurbaya Bakar bahwa pihaknya telah menerima kunjungan Sekretaris Negara dan Utusan khusus untuk urusan Iklim Jerman. Postingam itu dibuatnya pada hari ini Jum'at (13/5/2022) pada 30 menit yang lalu. 


Dalam postingan itu Siti Nurbaya Bakar  aat menerima kunjungan Sekretaris Negara dan utusan khusus untuk urusan iklim Jerman, Jennifer Lee Morgan, kami membahas konteks pengendalian perubahan iklim dalam tiga forum multilateral yang penting yaitu G7, G20 dan COP 27 UNFCCC.  

Diantara pembahasan dalam kaitan aksi perubahan iklim melalui Rehabilitasi Gutan dan Lahan (RHL), Perhutanan Sosial, transisi energi, juga berkenaan prioritas kerja sama Indonesia dan Jerman.


Mengawali diskusi, saya mengucapkan selamat kepada Menteri Jennifer atas kepemimpinan Jerman dalam Presidensi G7 tahun 2022. Menteri Jennifer pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas Presidensi Indonesia untuk G20. 

Apresiasi lainnya beliau sampaikan terkait agenda FoLU Net Sink 2030. Secara khusus Indonesia telah menyusun rencana operasional Folu net sink 2030 yang disusun dari kebijakan dan kerja-kerja program praktis yang dilakukan selama 7 tahun terakhir. 

Pada kesempatan ini juga disampaikan bahwa Jerman mendukung agenda mangrove dan saat ini telah dirintis kerjasama Indonesia-Jerman untuk pengembangan Taman Mangrove Teluk Balikpapan yang akan melibatkan perguruan tinggi seperti IPB, UGM, ITB dan UI sebagai World Mangrove Centre dengan bobot sebagai hub riset, intelektual dan networking. 

Untuk Indonesia, Mangrove merupakan agenda penting yang ditekankan oleh Presiden Jokowi untuk dipulihkan dan dikonservasi dengan baik. Dalam kurun waktu 3 tahun sejak tahun 2019 lebih kurang seluas 170 ribu Hektar (Ha) kawasan mangrove telah ditanam, direhabilitasi. Targetnya adalah sebesar 600 ribu Ha, akan direhabilitasi dan ditingkatkan kualitasnya hingga tahun 2024, yang akan didukung oleh Bank Dunia, APBN, dunia usaha dan kelompok masyarakat.drw

Posting Komentar

0 Komentar